PENGALAMANKU DALAM MERINTIS USAHA WARUNG NASI GORENG


hal penting yang menentukan keberhasilan dalam berwirausaha adalah LANGKAH PERTAMA/ACTION,
peluang usaha kecil



walaupun kita banyak belajar,

dan mengumpulkan banyak modal tanpa ada tindakan ataupun action maka keberhasilan hanya di angan angan aja.


sahabat, di sini penulis akan menceritakan pengalaman pribadi, dalam merintis usaha atau pun menciptakan peluang usaha, maaf ini bukannya untuk menyombongkan

ataupun mengurui tetapi hanya untuk motivasi sahabat sahabat TKI yang masih di rantau,

karena banyak sahabat tki yang lain yang udah pulang kampung dan mendirikan usaha lebih sukses dari kami,


mulai cerita aja ya....

penulis dulu adalah TKI di johor bahru, tepatnya di kawasan kulai jaya,utuk posisi udah lumayan waktu itu

saya membawahi departemen production sampai finishing pokoknya lumayan dah,

rencana merantau tiga tahun pulang tapi kenyataanya

lebih dari tujuh tahun saya di malaysia,

 bukan karena posisi saya yang enak tapi,

karena apa? karena RASA TAKUT,mau usaha APA? apa mau kerja apa? di indonesia nanti

sebenarnya RASA TAKUT itu yang menghambat keberhasilan kita,



kebetulan saya di malaysia aktif di IKMI (ikatan keluarga muslim indonesia)

di johor bahru, dan IKMI sering mengadakan seminar kewirausahan, jadi setelah mengikuti seminar terbuka pemikiran saya, bahwa

untuk memulai suatu usaha yang penting bukan modal yang banyak tetapi skil dan kemauan memulai langkah pertama,karena pemikiran saya sebelumnya

modal adalah yang utama tetapi kenyatannya nya TIDAK, sebab bayak juga usaha usaha yang tanpa modal atau peluang usaha modal kecil aja,


hehehehe, kebanyakan cerita

akhirnya tahun 2009 aku pulang kampung , aku rencana mau buka warnet, karena waktu aku pulang cuti di sini belum banyak warnet,

pikiran saya WARNET adalah peluang usaha yang bagus, setelah sampai kampung duit yang di rekening cuma 20 juta, tanya sewa kedai di sini sekitaran enam juta sampai

sepuluh juta setaun,

harga komputer bekas per unit dua juta, terus saya kalkulasi 10 PC udah 20 juta, sewa kedai dua tahun 12 juta, uang cuma 20 juta jauh dari cukup untuk buka warnet


mumet lagi bingung mau usaha apa, aku jadi ingat lagi motivasi waktu seminar di IKMI, bahwa memulai usaha bukan harus modal banyak sesuaikan dengan kemampuan,

akhirnya saya di kasih ide sama kakak ipar untuk usaha NASI GORENG AJA,karena ilmu nya belum ada aku kerja jadi PENDORONG GEROBAK DAN TUKANG CUCI PIRING, di kedai nasi goreng

setelah kurang lebih dua bulan aku mulai cari cari kontrakan kedai dan dapat di lokasi yang cukup bagus dekat kampus IAIN IMAM BONJOL PADANG, JALAN M YUNUS NOMOR TIGA SEMBILAN

,hehehehe sahabat,  kalau sempat ke padang singgah ya di kedai nasi gorengku,

sambung lagi ya ceritanhya,


dengan sewa 6 juta setahun ku ambil dua tahun jadi 12 juta, beli peralatan kira kira 4 juta, modal 20 juta udah kepotong 16 juta tinggal 4 juta, untuk modal beli bahan bahan dan

dana cadangan hal yang tak terduga, di bulan pertama omset penjualan kisaran 50 ribu sampai 150 ribu perhari, bulan kedua omset penjualan kisaran 150 sampai 300 ribu sehari,

dibulan ke tiga omset kisaran 150 sampai 400 ribu,belanja bahan ke pasar rata rata perhari 250 ribu, jadi perharinya pendapatan ku minus kira kira 70 ribu karena di tambah biaya hidup

sekeluarga, akhirnya menginjak bulan ke 4, uang cadangan udah habis dan gak ada modal lagi untuk beli bahan ke pasar, dan rasanya hampir putus asa,


alhamdulillah ada penolong kakak ipar

dia yang ngasih semangat dan menolong membelikan bahan ke pasar, kira kira sebulan saya di bantu belanja,

itulah yang menambah keyakinan saya bahwa niat baik akan di balas kebaikan, karena ini betul betul terbukti dan nyata, ceritanya begini waktu cuti tahun 2007 aku melihat kakak ipar

 jualan nasi goreng dengan gerobak kecil yang udah gak ada kacanya merasa kasihan, sesampainya di malaysia lagi saya dan istri

sepakat untuk membantu kakak ipar membelikan gerobak yang baru, tapi stelah aku pulang kampung tahun 2009 gerobak kakak udah ada 2 dan besar pula, kejadianya juga terbalik

 kita yang berniat menolong dia malahan dia yang meNolong saya, itu bukti bahwa niat baik akan di balas kebaikan, KAWAN


ehehehe, kalau mengenang masa masa merintis usaha dulu kadang seperti mau menangis campur bahagia, karna apa? di tiga bulan awal merintis usaha betul betul merasakan beratnya perjuangan

, kita jualan berdua sama istri, buka jam 5 sore sampai jam 1 malam, waktu itu umur anakku habibbullah baru dua setengah bulan, APABILA ADA PELANGGAN DATANG  DI BARENGI HABIBBULLAH MENANGIS

SERTA NASI GORENG HABIS, ISTRIKU MELAYANI KONSUMEN, SEDANG AKU MENGORENG NASI SAMBIL MENGGENDONG HABIB, WALAUPUN REPOT DAN BINGUNG KALAU HABIB MASIH MENANGIS, DALAM HATIKU

SYUKUR AKU AKU PANJATKAN, ( ALHAMDULLILLAH YA ALLAH KAU BERIKAN RIZKY KE PADA KAMI) sambil menulis ini berlinang airmataku mengenang pengalaman itu, hehehehe


ALHAMDULILLAH di bulan ke 6 warungku dah mulai ramai sampai sekarang ini, dari modal 20 juta di tahun 2009 dan di tahun 2015 ini udah menghasilkan 2 motor yamaha vega dan motor bajaj 220,

 juga sebuah avanza G tahun 2015, mungkin kalau saya masih bekerja di rantau belum bisa beli ini semua, enaknya dengan punya usaha sendiri kita dekat dengan anak istri

itulah sekelumit kisah perjalanan usaha saya, walaupun belum bisa di katakan sukses , semoga menjadi motivasi kawan kawan yang masih di rantau, kalaulah dah ada modal balik kampung aja, merintis usaha

sendiri, seenak enaknya bekerja pada orang masih enak punya usaha sendiri LHO, gak percaya buktikan, hehehehe


sahabat dari kisah tadi ada hal yang bisa di petik yaitu

   1, kalau udah ada rencana terus di laksanakan jangan di tunda, karena menunda berarti melepaskan peluang

   2.jangan gengsi karena gengsi menghambat kesuksesan

   3.jangan malu untuk belajar,

   4.selalu berniatlah baik, maka akan mendapatkan kebaikan

   5.mulailah usaha sesuai dengan kemampuan skil dan modalmu

   6.simpan sebagian modalmu untuk dana cadangan, sekurangnya bisa untuk 3 bulan, karena kalau kita merintis usaha yang berat di 3 bulan pertama

   7.jangan mudah menyerah karena menyerah adalah kegagalan
peluang usaha kecil



sahabat neter khususnya TKI/BMI, sekelumit kisah nyata perjalananku dalam merintis wirausaha, semoga ada manfaat yang bisa di petik, dan mohon maaf atas segala kekurangan, karena minimnya ilmu

terus terang susunan kalimat agak semrawut di maklumi aja, saya bukan berpendidikan tinggi, kritik dan saran sangat di harapkan,

dan bagi sahabat sahabat tki yang ada pengalaman ataupun motivasi mari saling berbagi disini



merasa artikel ini bermanfaat tolong di share, semoga berkah

SALAM SUKSES

Subscribe to receive free email updates: